Program Studi di STIABI Riyadlul Ulum

05/10/2017 | 26 kali | Perkuliahan

Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam (STIABI) Riyadlul Ulum yang membuka program Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah Peradaban Islam (SPI). Pendirian dan pembukaan program studi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan.

Pertama, tuntutan internal lembaga. Yayasan Tarbiyatul Islamiyah telah mendirikan Pondok Pesantren dengan nama Pondok Pesantren Riyadul Ulum Wadd’awah. Pondok pesantren ini sudah lama berdiri sejak zaman penjajahan Belanda yaitu sekitar tahun 1920. Sejak tahun 2003 didirikan SMA dengan nama SMA Terpadu Riyadul Ulum Wadd’awah dengan model kurikulum yang dipadukan antara kurikulum  pesantren dengan belajar kitab kuning dan kurikulum sekolah umum. Pada umumnya minat orang tua menyekolahkan anaknya di SMA Riyadul Ulum Wadd’awah memiliki motivasi  ingin mendapatkan pengetahuan dan penanaman nilai-nilai agama dari pondok pesantren. Tuntutan motivasi orang tua tersebut ternyata masih ada pada saat anaknya lulus dari SMA. Para orang tua banyak menuntut agar Yayasan Tarbiyatul Islamiyah mendirikan perguruan tinggi yang dipadukan dengan kurikulum pesantren atau perguruan tinggi terpadu. Harapan orang tua agar anaknya mendapatkan pendidikan pesantren pada tingkat pendidikan tinggi. Mereka menginginkan agar anaknya kelak mendapatkan pengetahuan agama yang bersumber dari nilai-nilai pesantren dan pengetahuan umum yang bersumber dari program studi umum yang didirikan oleh Yayasan Tarbiyatul Islamiyah.

Kedua kondisi perguruan tinggi di Tasikmalaya di Kota Tasikmalaya belum ada perguruan tinggi yang membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan Sejarah Peradaban Islam. Beberapa perguruan tinggi agama Islam yang ada di Kota Tasikmalaya yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya, STAI Nahdlatul Ulama (STAINU), dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hidayah, belum membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI).

Ketiga, kebutuhan masyarakat dan peluang kerja sarjana lulusan Bahasa dan Sastra Arab sangat diperlukan. Keperluan ini didasarkan pada realitas lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya banyak tersebar pondok pesantren. Lulusan pondok pesantren banyak yang menghasilkan para ulama yang akan membimbing keagamaan masyarakat. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang ulama adalah kemampuan berbahasa Arab. Pemahaman terhadap bahasa dan sastra Arab akan menjadi penting bagi seorang ulama agar dapat mudah memahami sumber-sumber literatur Islam yang lebih primer khususnya yang berbahasa Arab. Banyak sekali teks-teks literatur Islam yang menggunakan bahasa Arab. Dengan demikian bagi seorang ulama bahasa Arab merupakan alat utama untuk menambah pengetahuan tentang Islam.

Keempat Untuk menghadapi persaingan dan pergaulan antar bangsa dibutuhkan adanya kemampuan berbahasa. Salah satu bahasa yang menjadi bahasa dunia adalah bahasa Arab. Bahasa Arab adalah salah satu bahasa PBB dan banyak dipakai dalam pergaulan dunia khususnya di negara-negara yang berpenduduk Islam. Negara-negara Islam merupakan negara-negara yang berada di belahan timur dunia. Prediksi ke depan pertumbuhan ekonomi dunia akan bergeser dari Barat ke Timur. Kondisi seperti ini akan menjadi suatu peluang besar bagi para pencari tenaga kerja. Lulusan program studi Bahasa Arab akan memiliki daya saing yang sangat signifikan di era persaingan tenaga kerja dalam menghadapi globalisasi.

Kelima, kebutuhan masyarakat dan peluang kerja sarjana lulusan Prodi  Sejarah dan Peradaban Islam sangat diperlukan. Keperluan ini didasarkan pada realitas lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya banyak tersebar pondok pesantren. Lulusan pondok pesantren banyak yang menghasilkan para ulama yang akan membimbing keagamaan masyarakat. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang ulama adalah pemaham terhadap sejarah Islam. Pemahaman terhadap sejarah akan menjadi penting bagi seorang ulama agar bisa menjadi salah satu pendekatan dalam memahami fenomena dalam masyarakat. Masyarakat adalah suatu relaitas yang berubah dan perubahan itu disebabkan oleh salah satunya adalah sejarah perjalanan suatu masyarakat. Dakwah seorang ulama akan sangat komprehensif bila memahami aspek sejarah.

Keenam tantangan ke depan sebagai upaya untuk menghadapi globalisasi. Selain masalah penanaman nilai agama dan budaya di era globalisasi ke depan, akan dihadapkan adanya kompetisi tenaga kerja. Globalisasi telah membawa masyarakat dan menjadi warga dunia. Sekat-sekat geografis antara negara menjadi sempit dan terjadi transparansi dalam pergaulan antar umat manusia dalam pergaulan. Program studi sejarah dan peradaban Islam sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kajian sejarah merupakan kajian tentang aktivitas manusia di masa lalu. Secara keruangan kajian sejarah akan memahami perjalanan aktivitas bangsa-bangsa baik bangsa Indonesia maupun bangsa lainnya. Bahkan tumbuh dan berkembangnya peradaban umat manusia akan mudah dipahami dengan kajian sejarah, karena sejarah merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan budaya dan peradaban umat manusia.

Pemahaman manusia terhadap apa yang terjadi di masa lalu akan memberikan pelajaran, karena peristiwa-peristiwa di masa lalu memiliki nilai edukatif. Nilai edukatif dari sejarah adalah penanaman terhadap jati diri dan penanaman cinta terhadap budaya khususnya budaya bangsa. Dengan demikian pendirian program studi sejarah memiliki signifikansi yang penting dalam menghadapi dampak arus globalisasi. Penanaman nilai-nilai sejarah akan berkorelasi terhadap penanaman nilai-nilai budaya.


Share: