TINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA MAHASISWA, PRODI BSA STIABI GELAR PUBLIC LECTURE

09/10/2019 | 69 kali | Berita

 

Bahasa Arab merupakan bahasa yang hidup dan terus berkembang. Perkembangannya dapat dirasakan dengan banyaknya minat terhadap penguasasan dan pembelajaran bahasa ini. banyak seminar-seminar, workshop serta diklat-diklat diadakan untuk memperkuat penguasaan Bahasa Arab ini, baik dalam kajian kebahasaan dan sastra dalam bahasa Arab itu sendiri, maupun pengembangan metodologi pembelajaran serta strategi pembelajaran bahasa arab itu. Jamak diketahui bahwa Bahasa Arab bukanlah milik orang arab asli saja, tetapi milik semua umat Islam diseluruh Dunia. Kiranya hal inilah yang menyebabkan Bahasa Arab terus berkembang dan diminati oleh banyak kalangan.

Salah satu upaya untuk mengembangkan dan mengkaji Bahasa Arab  secara mendalam Prodi Bahasa dan Sastra Arab STIABI menggelar Public Lecture atau al-Muhadharah al-‘Ammah Bahasa Arab yang bertempat di Aula Gedung IBM lt. 2. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 9 September 2019 pukul 15.30-17.30 WIB Bersama Al Ustadz Ahmad Kali Akbar, S.Pd.I, M.Pd. Dosen PBA Universitas Darussalam Gontor. Turut hadir dalam acara ini Kaprodi BSA Al Ustadz Agus Riyadi, S.Pd.I, M.Pd. para perwakilan  dosen Bahasa dan sastra Arab, Himpunan Mahasiswa Prodi BSA, Asatidz staff LAC, Anggota CLI OSPC dan Anggota Kelas 6 KMI Program Bahasa.

Dalam sambutannya Kaprodi mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang telah menyempatkan hadir pada acara ini, Acara ini sangatlah penting sebagai wawasan bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa arab di kampus karena bahasa arab merupakan satu-satunya bahasa yang masih survive di dunia ini dan tidaklah seorang muslim memahami agamanya kecuali ia harus menguasai bahasa Arab. Seminar ini dilanjutkan dengan pemaparan dari Pembicara tentang bagaimana mengembangkan bahasa arab bagi native speake supaya bias berbicara seperti penutur aslinya.

Antusias peserta public lecture kali ini sangatlah tinggi dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari Mahasiswa, Dosen, maupun Asatidz sebagai refleksi dari kegiatan ini. Setelah selesai acara, dilanjutkan dengan do’a oleh Ust. Rahmat Mulya Nugraha, M.Pd dan dilanjutkan dengan sesi perphoton.

Bahasa Arab sudah tidak terkesan awam di kalangan masyarakat. Bahasa yang diketahui sebagai bahasa tertua didunia ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-8 bersamaan dengan masuknya Islam yang dibawa oleh pedagang Gujarat, Badui, Arab di Samudera Pasai ataupun daerah Nusantara lainnya. Dikatakan demikian sebab bahasa Arab selalu dikaitkan erat dengan Islam. Padahal pada hakikatnya, tidak selamanya bahasa Arab selalu diartikan dalam motif agama. Bahasa Arab juga membawa perubahan besar terhadap sumbangsih keilmuan, sains, teknologi dan peradaban lainnya.

Pada abad pertengahan, para sarjana baik di negara Barat maupun Timur menyadari peran besar bahasa Arab dalam  perkembangan ilmu pengetahuan. Bahasa Arab memang lebih dipopulerkan dengan hadirnya Al-Qur’an yang diturunkan bagi seluruh umat manusia. Untuk saat itu hingga zaman sekarang. Sejak bahasa Arab menjadi media Al-Qur’an dalam menyampaikan pesan Illahi para pengamat baik muslim maupun non-muslim menganggapnya sebagai bahasa yang memiliki standar ketinggian dan keelokan linguistik yang tak ada bandingannya. Hal ini berdampak pada munculnya filsafat, sastra, serta sains.

Lalu, dimana kontribusi bahasa Arab dalam perkembangan ilmu pengetahuan?

Ribuan karya monumental seperti al Qaanun fi al-Thib karya Ibnu Sina yang menjadi asas kedokteran Barat maupun Timur, al-Madkhal ila Ilm al-Nujum karya Abu Nashar, serta segudang literatur lainnya yang menjadi referensi di banyak universitas di Eropa. Juga mengenai angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 merupakan kontribusi atas angka Romawi yang tidak lagi relevan. Itu sebabnya mengapa sistem software komputer juga dinamai numeral Arabic. Rumus trigonometri dan aritmatika yang dipelajari para pelajar sekolah juga hasil pemikiran Jabbir Ibn Hayyan dan al-Khawarizmi. Fakta unik lainnya jika kita memperhatikan mengenai penulisan bahasa Arab, yang dimulai dari kanan ke kiri sedangkan penulisan angka ditulis dari kiri ke kanan berbeda dengan penulisan kalimat serta angka pada bahasa-bahasa lainnya layaknya bahasa latin, Korea, dan lainnya. Hal ini tentu ada karena sebab, penulisan angka Arab yang dimulai dari kiri ke kanan sedangkan kalimat dari kanan ke kiri merupakan artian keseimbangan otak kanan dan kiri pada manusia. Tentunya, hal ini akan membingungkan pemerhati bahasa Arab pemula lebih-lebih non-Arab.

Dalam lingkup makro, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi PBB yang digunakan oleh kurang lebih 20 negara dan bahasa terbesar ketiga di dunia. Bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa pengantar kuliah termasuk perguruan tinggi Protestan atau Katolik contohnya, Harvard University selaku perguruan tinggi swasta terpandang di dunia serta Georgetown University selaku universitas yang juga didirikan oleh Protestan. Serta masih banyak keunikan lainnya yang tidak akan selesai jika dibahas dalam satu bab. Dengan demikian, bahasa Arab bukan hanya untuk menyampaikan pesan agama namun juga media yang menggali, melestarikan, dan mengembangkan sains. Dalam jangka panjang, bahasa Arab telah mengangkat peradaban manusia.

 


Share: